Archive for April, 2010

skimming data

Skiming data nasabah Bank

Summary:hepcore

Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah, [21 Januari 2010] menyebutkan, laporan dari perbankan keBI, modus operandi pembobolan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) adalah skimming data, yaitu pencurian data nasabah yang tersimpan di dalam kartu dan pencurian atau pengintipan nomor indentitas personal (PIN) diĀ  mesin ATM melalui kamera yang dipasang pembobol. Menurut dia, bank saat ini sudah melakukan investigasi mengenai modus operandi, data potensial yang dicuri, mitigasi risiko terhadap data yang kemungkinan sudah dicuri, dan sudah melaporkan kepada pihak kepolisian untuk investigasi lebih lanjut.

“Untuk mencegaj kerugian akibat skimming data, nasabah dihimbau mengganti PIN secara berkala, melindungi kerahasiaan PIN, memperhatikan kondisi fisik dan sekitar ATM, serta saat bertransaksi menggunakan kartu ATM pada merchant toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan, nasabah diharapkan memerhatikan kondisi alat EDC (electronic data capture) pada setiap merchant tersebut” papar Difi.

Ia menjelaskan, Bank Indonesia telah menghimbau bank untuk tetap memerhatikan prinsip perlindungan nasabah. Dalam hal ini, apabila nasabah merasa ada transaksi yang mencurigakan pada rekeningnya, nasabah dapat segera menghubungi bank. Selanjutnya, bank akan melakukan investigasi terhadap laporan yang masuk berdasarkan bukti yang ada sesuai denag prosedur.

Dalam menghadapi persoalan ini, menurut Difi, BI sudah berkoordinasi dengan bank untuk menginvistigasi masalah, mengidentifikasi risiko, dam merumuskan langkah yang segera dapat dilakukan dalam jangka pendek dan menengah. BI juga akan memonitor upaya yang dilakukan bank untuk mengatasi hal ini dan melindungi nasabah.

“Bank Indonesia mendorong perbankan segera mengimplementasikan penggunaan teknologi chip pada kartu dan mesin ATM sehingga dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko skimming data”. ungkap Difi. BI wiliayah Bali mengalkulasi nilai pembobolan rekening nasabah beberapa bank swasta yang diduga melalui ATM di wilayah Denpasar mencapai Rp 2 miliar. Jumlah nasabah yang kebobolan diperkirakan 200 orang.

Bank swasta yang kebobolan, antara lain, adalah Bank BCA [koban terbanyak], BRI, Mandiri, BNI, Permata, dan BII. Semenatara Kepolisian Kota Besar Denpasar tengah memeriksa 20 saksi terkait dengan kasus ini.

Kompas Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1966814-kompas/

businessmails.biz best way to earn money

Wali Nikah Anak “MBA”

Wali Nikah Anak “MBA”

Summary:hepcore
Hal ini sering menjadi pembicaraan serius antara saya dengan banyak pihak, banyak yang memberikan pengertian mengenai hal ini menurut dan sesuai dengan ajaran Islam. Artikel ini sedikit banyak memberikan saya jawaban yang paling tidak bisa dijadikan acuan sebaiknya bagaimana. Artikel ini saya dapatkan dari sebuah majalah edaran “bmhnews [Baitul Maal Hidayatullah News] pada rubrik “Ruang Syariah”, yang menjelaskan mengenai hal ini dengan diawali pesan konsultasi dari seorang Pria yang akan menikah dengan seorang Wanita dengan latarbelakang orang tua dari si Wanita, sang ibu telah hamil lebih dulu sebelum menikah dengan bapak [suaminya] pada waktu itu..

Assalamu’alikum Wr.Wb
Ustaz, saya mempunyai calon istri. Dia bercerita, dulu kedua orang tuanya sebelum menikah, sang ibu telah hamil lebih dulu. Setahu saya wanita yang hamil tidak dapat dinikahkan sampai ia melahirkan. Orang tua calon istri saya setelah melahirkan tidak dinikahkan ulang, sampai mereka mempunyai 2 orang anak lagi. Sekarang mereka telah bercerai dan masing-masing telah menikah lagi. Siapakah yang menjadi wali calon istri saya pada pernikahan nanti?
Jawab :
Wa’alaikumssalam warahmatullohi wabarokatuh, Memang cukup populer bahwa pernikahan yang dilangsungkan saat hamil adalah tidak sah. Begitu pula bila kehamilan itu terjadi karena perzinahan. Kalaupun tetap dilangsungkan, tidak lain adalah sebagai bentuk pertanggung jawaban pria terhadap wanita yang hamil tersebut.
Aspek lainnya adalah demi memberi kejelasan nasab anak, agar tidak terjadi ketidak nyamanan sosial saat dewasa. Selanjutnya kalau pun terlah berlangsung, maka setelah melahirkan anak hasil perzinahan tadi, harus ada pernikahan ulang. Demikian sederet keyakinan yang cukup populer pada masyarakat terkait dengan pernikahan saat kehamilan karena zina.
Kejadian perzinahan bukanlah barang baru, sehingga para ulama masa lalu telah memberikan petunjuk sebagai hasil ijtihad mereka berdasar petunjuk-petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi s.a.w. Para ulama membedakan antara dua hal. Pertama, bila yang menikahi adalah pria yang menzinahi, dan Kedua, bila yang menikahi adalah orang lain.
Untuk yang pertama, yaitu yang menzinahinya sendiri, maka semua ulama sepakat bahwa yang demikian adalah boleh dan sah. Kemudian bila janin tersebut lahir lebih dari enam bulan setelah pernikahan, maka anak tersebut dinasabkan secara sah kepada suami tersebut. Namun bila kurang dari enak bulan, maka tidak dinisabkan kepadanya kecuali dia mengklaim bahwa itu adalah anaknya, maka pihak berwenang harus mengakuinya. (Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, VII:148)
Adapun untuk kasus kedua, madzihab Hanbali menyatakan tidak sah kecuali dengan dua syarat, yaitu bertaubat dan pasca melahirkan dinikahkan kembali berdasar pada ayat tiga dari surat an-Nur dan hadis-hadis yang mendukung.
Dari keterangan di atas, maka tidak perlu disangsikan bahwa pernikahan mertua itu tidak masalah, alias sah. Bila demikian, maka yang paling berhak menjadi wali calon istri Anda adalah ayah calon instri tersebut. Apa lagi tidak diragukan lagi bahwa calon istri Anda adalah anak yang terproses dan lahir setelah anak pertama hasil perzinahan itu. Semoga Alloh memberikan kebahagiaan dan perlindungan keluarga kita dari kekhilafan. Amin, Wallahu a’alam

Wali Nikah Anak “MBA” Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/1964159-wali-nikah-anak-mba/

businessmails.biz best way to earn money

Optimis Kunci Meraih Sukses

Optimis Kunci Meraih Sukses

Summary:hepcore

Sudah sejak lama sikap Optimis sangat dibutuhkan bagi setiap insan manusia dalam menjalani hidup ini, sehubungan dengan tidak jarangnya pemberitaan di media televisi akan kasus bunuh diri mungkin ada keterkaitannya dengan kurangnya sikap optimis dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

Apakah anda seorang yang optimis dalam menghadapi hidup?Kitalah orang yang paling tau apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan dan kepesimisan kita tidak bisa diukur dengan ucapan, karena dari segi prakteknya justru bertentangan dengan kaidah optimisme itu sendiri, maka kita bukanlah orang yang optimis.

Dua pengertian dari Optimisme. Pertama,
optimisme adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik. Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari sebelumnya. Dapat disumpulkan lagi bahwa optimis berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih baik dan keyakinan itu bisa jadikan sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih baik.

Beberapa alasan mengapa harus Optimis. Pertama, Optimis adalah sebuah energi positif diri. Kedua, Optimis adalah sebuah perlawanan. Ketiga, Optimis adalah sistem pendukung dalam pencapaian tujuan yang lebih baik lagi.

Optimis adalah bagian dari keinginan untuk mewujudkan Harapan, Sebuah temuan mengungkap bahwa orang yang memiliki harapan optimis, uimumnya memiliki kualitas di dalam diri yang antara lain:

1. Fokus, selektif, dan memiliki sasaran yang jelas.

2. Bisa menerima kanyataan hidup dengan kesadaran, tanpa banyak mengeluh.

3. Memiliki keyakinan untuk bangkit.

4. Punya perasaan diberkati rahmat Tuhan.

5. Punya kemampuan untuk menikmati kehidupan.

6. Punya kemampuan menggunakan akal sehat dalam menghadapi tantang hidup.

7. Punya kemampuan untuk memperbaiki diri secara terus menerus.

8. Punya penghayatan yang baik terhadap kehidupan yang dijalani sehingga bisa membedakan yang salah dan yang benar, yang tepat dan yang menyimpang.

9. Percaya pada kemampuannya.

10. Memiliki perasaan yang baik terhadap dirinya.

Namun ada beberapa yang perlu dihindari dalam Berharap. Pertama, harapan mulut dimana kita berharap adanya hari esok yang lebih bagus, namun itu hanya kita gunakan dalam ucapan atau tulisan, tanpa diiringi dengan tujuan, perencanaan, strategi, teknik, dan pelaksanaan (Aksi). Kedua, terlalu berharap (over-expectation) itu berbeda dengan memiliki harapan yang kuat (Optimis). Harapan yang kuat berujung pada usaha yang kuat. Sementara, terlalu berharap biasanya hanya berhenti pada mengharap, untuk mengharap dan selalu mengharap. [“Jika kau mengharapkan sesuatu, jangan terlalu mengharapkannya”]

Optimis Kunci Meraih Sukses Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1958526-optimis-kunci-meraih-sukses/

businessmails.biz best way to earn money